Menjadi Ratu Kecantikan: Mahkota dan Tanggung Jawab

Frederika Alexis Cull, Puteri Indonesia 2019. | Foto: Bisnis



Jumat lalu, Puteri Indonesia 2019 terpilih. Mahkota Borobudur kini ada di kepala perwakilan DKI Jakarta 1, Frederika Alexis Cull. Dia adalah perempuan berusia sembilan belas tahun dengan fitur wajah yang kuat dan kemampuan bicara di depan publik jempolan. Akhir tahun ini, dia akan menggunakan selempang Indonesia, mewakili kita di kontes kecantikan nomor wahid di dunia, Miss Universe.



Sama dengan banyak pemenang kontes kecantikan lainnya, Frederika akan menjalani tugas selama setahun penuh. Di luar kewajibannya untuk menjadi bintang iklan Mustika Ratu, seorang Puteri Indonesia akan menjadi duta bagi beberapa isu, misalnya HIV/AIDS, antikorupsi, dan kanker serviks. 

Partisipasinya dalam Puteri Indonesia 2019 membawa advokasi personalnya yang bertajuk Sekolah Bisa. Sekolah Bisa adalah sebuah lembaga pendidikan nonformal yang ditujukan untuk anak-anak kurang mampu secara finansial. Selain itu, Frederika juga terlibat dalam advokasi trauma healing untuk korban bencana alam.  

Cantik, berwibawa, dan memiliki kesadaran sosial. Sebuah paket lengkap untuk menjadi pemenang ratu kecantikan. Tapi yang punya kualitas demikian bukan hanya satu. Tiga puluh delapan finalis lainnya tentu punya kualitas yang sama baiknya. Lalu, apa yang menjadikan Frederika pemenang?


Mahkota yang Mengubah Nasib

Miss Venezuela 2017, Keysi Sayago. | Foto: Dok. Indian and World Pageant.

Di tengah krisis finansial di Venezuela pasca reses lima tahun, masyarakatnya dipaksa bertahan hidup dengan keterbatasan sumber penghidupan termasuk obat dan makanan. (Sumber: BBC) 

Mereka dihadapkan pada dua pilihan, yakni tetap tinggal atau bergabung dalam pergi dari Venezuela yang tengah dilanda kemiskinan akibat hiperinflasi. Beberapa sumber tentang diaspora Venezuela menyertakan angka yang beragam, dari satu juta hingga tiga juta orang per 2015. (Sumber: Japan Times) 

Baca juga: Merayakan Kegagalan 

Jika ada satu hal yang menyatukan Venezuela di tengah krisis tersebut, tidak lain adalah kontes kecantikan. Di Venezuela, sebuah mahkota dapat mengubah nasib seseorang. Ribuan peserta audisi kontes kecantikan ingin memenangkan satu mahkota dengan tujuan yang sama, bebas dari kemiskinan. (Sumber: NBC


Irene Saez. | Foto: Dok. The Beauty Queen.



Seorang ratu kecantikan di Venezuela dapat meniti karir di berbagai bidang, dari dunia hiburan hingga politik. Irene Saez, Miss Universe 1981, menjadi satu contoh bahwa ratu kecantikan dapat menjadi walikota dan calon presiden. Irene adalah gubernur walikota Chacao di Provinsi Caracas dan calon presiden Venezuela 1998 lalu. (Sumber: Chicago Tribune) 

Di Indonesia, kita bisa melihat beberapa ratu kecantikan yang berkarir di dunia politik, contohnya Venna Melinda dan Angelina Sondakh (gelar dicopot karena kasus korupsi).

Dari Kontes Bikini ke Isu Sosial: Tren Kontes Kecantikan yang Bergeser

Miss World 1973. | Foto: Dok. Elle


Saya sempat bertanya pada beberapa orang tentang apa yang mereka pikirkan mengenai kontes kecantikan. Jawaban mayoritas yang keluar adalah sesi bikini. Tidak salah, karena kontes kecantikan seperti Miss Universe memiliki sesi kontes bikini dalam rangkaian babak finalnya. Perempuan berparade menunjukkan kemolekan tubuh untuk impresi juri. Kontes bikini juga dilakukan di berbagai kontes kecantikan lain, seperti Miss Supranational, Miss International, Miss Grand International, dan Miss Earth.  

Sesi bikini di atas panggung menuai polemik. Seperti dalam sesi debat, masyarakat terbagi menjadi dua poros, pro dan kontra. Pendapat kubu pro, sesi bikini menunjukkan kepercayaan diri perempuan, sedangkan yang kontra beranggapan bahwa bikini di atas panggung mengeksploitasi tubuh perempuan. 

2Mengambil sisi pada perdebatan, Miss World menghapus sesi kontes bikini setelah 63 tahun berjalan. Kontes kecantikan tersebut menitikberatkan pesertanya pada kontes beauty with a purpose, sebuah kompetisi dalam teritori sosial untuk memastikan bahwa pemenangnya memberikan dampak untuk masyarakat. Indonesia berada dalam jajaran elit pemenang kontes beauty with a purpose karena mengangkat isu sosial yang relevan. 



Miss Universe yang punya sejarah dengan merk bikini ternama mempertahankan sesi bikini di atas panggung dengan basis argumen bahwa hal tersebut adalah lumrah, karena Miss Universe adalah kontes kecantikan. 



"A lot of people say it's not about beauty on the outside it's about beauty on the inside, and that's true, but there's also, we are a beauty pageant. And you do need to be able to command people's attention when you are Miss Universe."

Begitu tanggapan dari Paula Shugart, Presiden Organisasi Miss Universe tentang anggapan bahwa Miss Universe hanya menilai perempuan berdasarkan penampilan fisiknya. (Sumber)

Untuk mengakomodasi tuntutan publik, Miss Universe menyeimbangkan esensi kecantikan pada seorang perempuan dengan advokasi yang mereka bawa selama kompetisi. Tidak hanya itu, penilaian Miss Universe Organization setelah sahamnya dijual oleh Donald Trump ke WME/IMG kini menghubungkan kontes tersebut ke isu yang sedang relevan. Sayangnya memang advokasi utama Miss Universe dalam penggalangan dana bagi organisasi internasional seperti Smile Train tidak mendapat gaung yang besar di media.

Sierra Bearchell dirundung publik media sosial karena dianggap terlalu gemuk. | Foto: Dok. Inquirer Lifestyle.

Sierra Bearchell menjadi manifestasi prinsip baru Miss Universe Organization dalam mencari pemenang. Kontestan asal Kanada tersebut dirundung cemoohan publik akibat bentuk badannya yang dinilai terlalu gemuk. Komentar pedas tentang berat badannya mengiringi fakta bahwa dia berhasil masuk ke jajaran semifinalis Miss Universe 2016. Seperti yang kita tahu, isu body image sedang sangat marak dibicarakan karena standar kecantikan yang tidak lazim dan bermuara pada kasus bulimia hingga depresi. 

Miss Indonesia Universe 2018 Sonia Fergina membawa isu toleransi ke panggung Miss Universe. Latar belakang anggota keluarganya yang menganut beragam agama dan konteks masyarakat Indonesia yang mudah terpecah karena isu SARA menjadi dasar kuat baginya untuk menjadi juru bicara isu ini.


Butir Peluh Menuju Mahkota



Catriona Gray, Miss Universe 2018. | Foto: Dok. ABS-CBN.

Berpartisipasi dalam ajang kecantikan kelas dunia ibarat pergi ke medan perang. Seluruh capaian tinggi tidak mungkin terjadi tanpa strategi dan taktik. Demi mahkota, peserta kontes kecantikan melakukan serangkaian persiapan-persiapan hingga detail hal terkecil.



Pada 2018 lalu, Catriona Gray berhasil menyabet gelar Miss Universe. Kemenangannya tidak mengejutkan karena dia adalah kontestan dengan persiapan paling matang. Menjelang helatan Miss Universe 2018, beredar video simulasi tanya jawab Catriona dengan Boy Abunda, presenter kondang asal Filipina. Dalam video berdurasi dua puluh tujuh menit tersebut, Catriona menjawab pertanyaan dengan lancar tanpa terbata-bata.

Baca juga: Bincang Karir Jurnalistik dan Hobi Pelesir Bersama Shintya Felicitas 

Dalam wawancara lain, Catriona mengungkapkan bahwa dia menyiapkan semuanya bersama tim pilihannya sendiri. Dia menghindari intervensi pihak luar agar dia tidak kehilangan esensi karakternya ketika berkompetisi. Gaya busana, tata rias, hingga cara berjalan tak luput dari perhatiannya selama masa persiapan. (Sumber)

Dayana Mendoza, Miss Universe 2008. | Foto: Dok. missuniverseblogdc.blogspot.com

Hal yang sama juga dilakukan oleh Dayana Mendoza, Miss Universe 2008 asal Venezuela. Persiapan pertama Dayana menjelang keberangkatannya ke kontes kecantikan dunia dimulai dari persiapan mental. Dia dibimbing oleh psikolog untuk memperkuat karakternya agar menjadi sosok yang disukai juri. 

"They helped me to get to know myself. I can be too much of a perfectionist to the point where I actually don't enjoy the moment. They worked with me on that, taught me to relax, not to be so uptight. We did that for many months before we actually focused on things like make-up and hair." (Sumber)

Setelah dirasa siap, Dayana baru diperbolehkan melaju ke proses pelatihan berikutnya yang berfokus pada fisik. Setiap hari dari pukul tujuh pagi hingga tengah malam, Dayana berlatih membentuk tubuh, merias wajah, berjalan di atas runway, berpose di depan kamera, hingga tata krama formal. Rangaian pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan Dayana meraih mahkota Mikimoto, dan lebih jauh dari itu, perubahan nasib dalam hidupnya. (PDF)

Kontes Kecantikan di Indonesia: Lebih Dalam dari Brain, Beauty, and Behaviour


Jika ada institusi nonformal yang paling sukses menempa peserta kontes kecantikan, mungkin predikatnya akan jatuh pada Ratu Sejagad. Sonia Fergina dan Frederika Alexis Cull adalah kemenangan dua tahun berturut-turut bagi anak didik Ratu Sejagad di ajang Puteri Indonesia. Nadia Purwoko, Miss Grand Indonesia 2018, juga masuk dalam portfolio Ratu Sejagad.

Zukhriatul Hafizah, Runner Up I Puteri Indonesia 2009. | Foto: Dok. Kumparan

Adalah Zukhriatul Hafizah, Runner Up I Puteri Indonesia 2009, yang memprakarsai wadah ini. Ide membuat Ratu Sejagad berawal dari kesulitan pada masa persiapannya menjelang Miss International 2010. Dia dan sahabatnya Toma Gultom (@tomagultom) dan Maray akhirnya memulai proyek ini. Saya sempat berbincang melalui WhatsApp dengannya mengenai ide di balik Ratu Sejagad.


Fiza saat masa karantina Miss International 2010. Foto: Dok. Detik Forum



Fiza bercerita tentang betapa sulitnya masa persiapan dia saat itu. Di tengah tekanan  jadwal tugas yang padat, persiapannya ke Miss International tidak memiliki formula dan strategi yang diharapkan pada kontes kecantikan internasional. 

Di tengah kebingungannya, Fiza secara proaktif bertanya kepada berbagai pihak mengenai kekuatannya yang harus ditonjolkan saat berkompetisi. Senjata yang dia gunakan selama berkompetisi adalah keramahannya. Sifat ramah ini digunakan untuk berinteraksi dengan kontestan lain dan menarik perhatian juri. Kerja kerasnya berbuah manis, Fiza mendapat gelar Miss Friendship kala itu.

Kesulitan dan keterbatasan pada 2009 lalu menginspirasi Fiza untuk membuat sharing session dengan juniornya di Puteri Indonesia. Berangkat dari sharing session, lahirlah Ratu Sejagad sebagai pageant training di Indonesia pada 2016.

"Bagiku kontes kecantikan adalah uji mental, karena tuntutan dan tekanannya sangat tinggi dan kompetitif."

Sebagai awam, saya kerap bingung bagaimana seorang ratu kecantikan bisa terus tersenyum saat lelah karena jadwal yang begitu padat. Ternyata, di luar kualifikasi umum seorang peserta kontes kecantikan, strategi utama yang wajib diberi perhatian penuh adalah ketahanan mental. 

Baca juga: Turun Lima Kilogram dalam Satu Bulan dengan Intermittent Fasting

Fiza menuturkan bahwa mental yang kuat akan membuat performa seorang kontestan di ajang kecantikan menjadi lebih konsisten. Hal ini akan mempengaruhi bagaimana seseorang menunjukkan attitude-nya selama kompetisi. Juri lebih menyukai kontestan yang tahan banting karena tugas ratu kecantikan bukan hal yang sederhana. Bayangkan jika seorang ratu kecantikan terlihat tidak ramah di tengah acara resmi penggalangan dana. Bisa jadi penggalangan dananya akan gagal karena sentimen negatif publik.

Sonia Fergina dikenang dengan baik di hati para pencinta kontes kecantikan di Indonesia karena mentalnya yang kuat. Hal itu sudah ditunjukkannya sejak hari pertama karantina Puteri Indonesia hingga masa jabatannya berakhir. Perilaku semacam ini yang mungkin juga ditangkap oleh mata juri dari Frederika Alexis Cull selama masa karantina.

Merangkum pembicaraan saya dengan Fiza, ada lima hal yang penting untuk diperhatikan jika seseorang ingin mengikuti kontes kecantikan, yakni kecantikan fisik, wawasan, perilaku, semangat juang, dan advokasi sosial.

*****

Tentang Ratu Sejagad



Ratu Sejagad adalah sebuah pageant training yang memberikan pelatihan kepada calon ratu kecantikan. Ratu Sejagad memberikan program pelatihan yang personal, disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan pesertanya. Diinisiasi oleh Zukhriatul Hafizah (Runner Up I Puteri Indonesia 2009), Ratu Sejagad menyelenggarakan pelatihan sejak 2016 dan melahirkan pemenag ratu kecantikan, di antaranya Sonia Fergina (Puteri Indonesia 2018) dan Frederika Alexis Cull (Puteri Indonesia 2019). 
Kontak Ratu Sejagad di Instagramnya, @ratusejagad_)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.