Sirly W. Nasir: Empat Poin untuk Selangkah di Depan

Sumber: Mashable.

Hingga 2015 lalu, merk busana global DKNY memiliki brand voice yang sangat kuat dan berkarakter di media sosial Twitter. Melalui persona anonim bernama DKNY PR Girl, DKNY membangun interaksi dengan komunitasnya di Twitter. Tips, trik, dan dokumentasi di balik layar DKNY dipublikasikan secara gencar oleh persona anonim tersebut.

Aliza Licht, sosok di balik DKNY PR Girl. | Foto: Aliza Licht


Adalah Aliza Licht, Senior Vice President Global Communications DKNY yang menjalankan seluruh strategi meda sosial, sekaligus persona di balik sosok DKNY PR Girl. Selama lebih dari tujuh belas tahun karirnya di perusahaan tersebut, Aliza memberikan kontribusi yang signifikan terhadap brand engagement DKNY di ranah media sosial.

Agustus 2015, seluruh jagad internet dihebohkan oleh kabar bahwa Aliza Licht mengundurkan diri dari posisinya, yang juga menandakan bahwa sosok DKNY PR Girl tidak akan ada lagi di Twitter. Licht meninggalkan posisinya sesaat setelah Donna Karan digantikan oleh CEO baru DKNY, Caroline Brown. Pergantian posisi manajemen tersebut membawa DKNY ke arah strategi bisnis dan komunikasi yang baru.

Baca juga: Manajemen Krisis Reputasi dan Pembagian Peran dalam Keluarga Versi The Incredibles 2

Pasca momen undur dirinya yang kontroversial, Aliza Licht merilis buku bertajuk 'Leave Your Mark', sebuah panduan karir setebal 288 halaman bagi pemuda yang ingin berkarir di bidang kehumasan dan fashion. Sejak saat itu, Licht mulai sering terlihat memberikan panduan karir dalam berbagai portal media daring. Salah satunya yang pernah saya baca adalah 8 Most Important Summer Intern Must-Do's. Dalam artikel tersebut, Licht memaparkan bagaimana menghadapi situasi magang dan meninggalkan impresi baik yang membekas.

Ada satu sosok perempuan yang saya kenal, yang menurut saya memiliki semangat serupa dengan Aliza Licht. Dia berkarir di firma konsultasi humas selama lima tahun dan kini menjadi Public Relations Manager di perusahaan keuangan dan teknologi.

Sekilas Tentang Sirly


Sirly W. Nasir. | Sumber: Instagram


Perempuan tersebut bernama Sirly W. Nasir. Mengenakan setelan ladylike blazer hitam, celana dengan warna senada dan rambut tergerai, Sirly menghampiri saya di sebuah restoran di kawasan SCBD. Kami memulai diskusi mengenai perjalanan karir dan pelajaran yang didapatnya selama berkarir di dunia Public Relations. Selama dua jam berbicara dengan Sirly, saya mendapat banyak wawasan mengenai dunia PR dan bagaimana menghadapi tantangan setiap harinya.

Baca juga: Laurensia Irma dan Tangga-Tangga yang Membuatnya Tangguh

Sirly memulai karirnya di sebuah konsultan humas di Jakarta, Kennedy Voice and Berliner. Lebih dari tiga puluh klien lintas industri berhasil digarapnya selama menjadi konsultan. Dalam rentang tahun 2012 hingga 2017, Sirly menapaki tangga karir yang signifikan. Posisi terakhirnya di Kennedy Voice and Berliner adalah Associate Account Director. Setelah satu tahun lima bulan lamanya Sirly menjadi Associate Account Director, dia memutuskan untuk berpindah payung ke PT. Kresna Graha Investama.

Empat Poin untuk Selangkah di Depan

Sirly W. Nasir.

Dari perbincangan kami, saya merangkum empat hal penting dari Sirly saat memasuki dunia kerja. Tidak hanya dalam dunia PR, tetapi juga bidang lainnya.

Sebelum masuk ke poin pertama, bertanya pada diri sendiri tentang tujuan personal dan aspirasi adalah langkah yang baik untuk memulai. Dialog solo seperti ini bisa membantu kita untuk menakar sejauh mana kesiapan kita untuk masuk bursa kerja, dan mencari cara untuk menghadapi tantangan dengan taktik yang lebih strategis.

Sudah tahu tujuan personalmu? Mari kita bahas rangkuman empat poin yang saya janjikan.

Pentingnya Program Magang

Sama seperti Aliza Licht, Sirly percaya bahwa program magang bisa memberikan gambaran jelas mengenai dunia kerja. Program magang akan memaksamu terjun langsung ke dalam dunia profesional, tak peduli bidang karir apa yang kamu impikan.

Sirly memulai program magangnya dengan pelajaran mengenai media monitoring. Media monitoring memberikannya pengetahuan tentang analisis publikasi, isu terkini, dan manajemen krisis. Proses ini dilakukan pada berbagai platform media, baik cetak, daring, maupun siar.

Program magang juga bisa membuka jalanmu ke dunia kerja yang sesungguhnya. Kamu akan mendapatkan informasi mengenai lowongan kerja di tempatmu magang. Selain itu, kamu akan dikelilingi oleh praktisi senior yang dapat menjadi sumber valid tentang industri yang ingin kamu geluti.

Perjalanan Menemukan Mentor

Mentor, sebagai seorang pembimbing, akan memberikan banyak wawasan mengenai karir, pengembangan personal dan profesional. Dian Noeh Abubakar (CEO Kennedy Voice & Berliner) dan Billy Boen (pengusaha, penulis buku, founder Young on Top) adalah dua dari sekian tokoh yang menginspirasi Sirly dalam karirnya. Mereka memberikan contoh nyata mengenai kerja keras, konsistensi, dan semangat entrepreneurship.

Kamu bisa menemukan mentormu di mana saja. Bagaimana caranya? Baca poin selanjutnya.

Baca juga: Diego Christian dan Aru Palaka Talent Management

Berjejaring dengan Orang-Orang Berpengalaman di Bidang Karir Impianmu

Membuka diri dan bergabung dengan banyak komunitas atau organisasi akan memajankanmu terhadap banyak pengalaman dan sosok inspiratif. Dari situ, ada kesempatan besar untuk menemukan mentor yang akan membimbingmu secara personal dan profesional. Seperti investasi, jejaring dan mentor akan berguna untuk karirmu di masa depan.

Sirly bergabung dengan komunitas Young on Top dan Perhumas Muda. Di Young on Top, Sirly pernah menjadi mentor bagi anak muda dari berbagai universitas di Indonesia. Di Perhumas Muda, Sirly menjabat sebagai Chairwoman. Tujuan dari Perhumas Muda adalah membuat media berjejaring bagi mahasiswa dan praktisi di bidang PR di Indonesia. Perhumas Muda menjangkau mahasiswa dan praktisi PR di Jakarta, Bandung, Medan, Batam, Solo, Yogyakarta, Malang, Samarinda, Riau, Semarang, dan Surabaya.

Menyadari Tantangan

Satu hal yang ditekankan Sirly pada diskusi kami, bahwa dunia PR yang dianggap glamor hanya sebagian dari keseluruhan yang dialami oleh praktisi PR. Di balik citra glamor pekerjaannya, ada kerja keras yang harus dikerjakan hingga tuntas. Seorang praktisi PR harus memiliki kecakapan dalam berpikir strategis, eksekusi taktik yang mulus, dan membuat skenario krisis bagi sebuah perusahaan. Ya, pekerjaan seorang praktisi PR tidak terbatas pada menyelenggarakan launching event atau publikasi. Ada pula perspektif bisnis yang perlu dikuasai.

Tantangan lain yang perlu dihadapi adalah persepsi PR sebagai penggerus anggaran perusahaan. Padahal, sebagian yang dilakukan praktisi PR adalah investasi. Kendati ada beberapa hal nyata yang langsung bisa terlihat, misalnya publikasi oleh media, ada hal-hal yang tidak terlihat sebagai indikator kinerja tim praktisi PR, namun tetap bisa dikuantifikasi. Terlepas dari konsep PR digital atau tradisional, beberapa indikator seperti share of voice, reputasi, sentimen publik, pilihan konsumen, narasi produk dan perusahaan, hingga konversi dapat menjadi hasil kerja tim praktisi PR. Hal-hal tersebut biasa disebut sebagai Return of Investment (ROI).

Tapi tenang saja, kamu akan mengenal lebih jauh mengenai bagaimana PR menjadi rangka penting dalam infrastruktur bisnis seiring berjalannya waktu. Jika ingin belajar lebih banyak, silakan baca kembali poin nomor satu tentang magang.

"It's 9 PM. Are you going to stay here? I have to go to office to do a few more work", ujarnya. Kami mengakhiri perbincangan dengan sesap terakhir lychee martini yang tersisa.

2 komentar:

  1. Saya juga sangat admire dgn mbak sirly ,saya follow ig nya, dan apa yg diposting difeednya, inspirasi Pr nya kena banget, style juga keren,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya she is so adorable, ya! Nggak cukup dua jam ngobrol sama Shirly :)

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.