#FashionPedia: 6 Hal Penting Saat Memilih Ikat Pinggang Pria

09.11

"Being perfectly well-dressed gives one tranquility that no religion can bestow." 

-Ralph Waldo Emerson

Sumber: www.uniqlo.com/uk


Memilih fashion item untuk pria, apalagi ikat pinggang pria, memang seringkali membuat pusing. Saya pernah berdiri sangat lama hanya karena belum mengerti ikat pinggang seperti apa yang harus saya pakai sehari-hari. Tujuan saya pada saat itu adalah memilih ikat pinggang yang bisa saya gunakan ke kantor dan ke acara resmi.

Sumber: miceman.blogspot.mx

Sumber: Pinterest


 Karena saya kebingungan, akhirnya saya membatalkan niat untuk membeli ikat pinggang. Saya berniat mempelajarinya terlebih dahulu agar saya tidak salah beli. Bagi saya, berapa pun uang yang dikeluarkan untuk sebuah fashion item, bahkan hanya Rp 100.000 pun, harus bisa dipakai lama. Begitu salah satu cara saya menghargai uang.
Setelah meriset sederhana mengenai ikat pinggang pria, akhirnya saya mendapat beberapa poin yang perlu diperhatikan saat memilih ikat pinggang pria. Apa saja poin-poinnya? Keep on reading ya!

Sejarah Ikat Pinggang


Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, ikat pinggang biasa digunakan oleh para personil militer, tentara, dan ksatria untuk membawa senjata perang. Ikat pinggang baru mulai digunakan oleh masyarakat sipil pada era 1920-an. (Sumber) Perbedaan konteks kebutuhan menggunakan ikat pinggang yang fungsional melebar menjadi sebuah pelengkap penampilan. Sebelum era laki-laki sipil memakai ikat pinggang, perempuan lebih dahulu menggunakannya sebagai aksesori. 

Pada masa 1910-an, ikat pinggang dijadikan sebuah simbol status. Seseorang dengan latar belakang bangsawan menggunakan ikat pinggang yang dihiasi dengan kristal. (Sumber)

Baca juga: #FashionPedia: All You Need to Know About Denim

Poin Penting dalam Memilih Ikat Pinggang

Material atau Bahan Dasar Ikat Pinggang

Secara umum, ada tiga bahan utama yang biasa dipakai sebagai bahan dasar sebuah ikat pinggang pria. Untuk perempuan, mungkin materialnya akan lebih beragam. Tiga bahan tersebut adalah kulit, kanvas, dan karet. Berdasarkan tujuan saya membeli ikat pinggang, saya rasa bahan kulit cukup versatile dan bisa digunakan untuk berbagai acara dan kesempatan. 

Warna Ikat Pinggang

Umumnya, ikat pinggang dengan warna hitam dan cokelat adalah yang paling utama untuk dimiliki. | Foto: Pinterest


Warna yang paling banyak dipakai untuk ikat pinggang berbahan dasar kulit adalah hitam dan cokelat. Ikat pinggang dengan bahan dasar kanvas memiliki lebih banyak pilihan warna. Yang umum dijual adalah warna biru tua, hijau army, dan garis-garis warna tergantung musim. Ada baiknya kita memiliki warna-warna dasar terlebih dahulu agar bisa dicocokkan dengan aksesori lain, misalnya sepatu atau jam tangan.

Tekstur atau Model Ikat Pinggang 

Sumber: Pinterest


Merk Bottega Venetta sangat identik dengan produk kulit yang diberikan sentuhan artistik berupa kepang atau makrame. Hingga kini, banyak merk bermunculan dengan model serupa. Tidak hanya itu, tekstur kulit ular atau buaya juga cukup diminati.

Warna dan Jenis Buckle

Jenis-jenis buckle untuk ikat pinggang pria. | Foto: Alibaba


Buckle atau bagian sabuk pada ikat pinggang pria juga dapat mempengaruhi keseluruhan penampilan seseorang. Ada beberapa jenis buckle yang dapat dipakai pada berbagai kesempatan, yakni single tongue, double side, reversible, autogrip, atau auto lock buckle.

Baca juga: Fashion: Are You Socially Inferior?

Ukuran Ikat Pinggang

Ukuran ikat pinggang pria akan sangat berpengaruh kepada keseluruhan penampilan. Rumus sederhana untuk ikat pinggang pria adalah, semakin kecil diameter ikat pinggang, semakin resmi kesan yang akan dicitrakan. Dengan kata lain, jika ingin terlihat lebih kasual, gunakan ikat pinggang dengan diameter yang lebih lebar. Hal ini dipengaruhi oleh ukuran lubang ikat pinggang pada celana. Celana bahan yang resmi biasanya memiliki lubang ikat pinggang lebih kecil. Untuk celana yang lebih kasual seperti chino, ukuran lubang ikat pinggangnya mayoritas lebih besar.

Jahitan pada Kulit 

Sumber: www.equastriancollection.com


Pernahkah kalian memperhatikan kalau ada ikat pinggang pria yang di pinggirnya terdapat jahitan, dan di ikat pinggang lainnya tidak? Jika belum pernah memperhatikan, hal ini ada sebab musababnya, lho. Ikat pinggang yang memiliki jahitan pada pinggir kulitnya digunakan untuk tampilan formal, sedangkan yang tidak ada jahitannya digunakan untuk kesan lebih kasual.

Tips: Aturan Dasar Padu Padan Ikat Pinggang Pria

Tips 1: Padu Padan Ikat Pinggang dengan Aksesori Lainnya

Cocokkan warna belt dengan sepatu. | Foto: theidleman.com

Jika kamu ingin tampilan formal, biasanya ikat pinggang akan disesuaikan warnanya dengan sepatu dan jam tangan (jika jam tanganmu kulit). Terkait dengan jam tangan, jika memungkinkan bisa juga menyesuaikan warna buckle dengan bezel pada jam tanganmu.

Baca juga: See Now Buy Now: Moda Penjualan Koleksi Fashion yang Kini Hadir di Indonesia

Tips 2: Ujung Lilitan Ikat Pinggang

Agar ikat pinggang terlihat melakukan fungsinya dengan baik, perhatikan di mana lilitan ikat pinggangmu berakhir. Jangan sampai ujung ikat pinggangmu masuk ke lubang ikat pinggang kedua pada celana.


Setelah tahu seluk beluk tentang ikat pinggang pria, kini saya lebih percaya diri untuk membelinya. Jika ingin membeli ikat pinggang pria yang sesuai dengan anggaran dana saya, mungkin saya akan kembali ke H & M atau Pull and Bear. Mereka menjual berbagai macam ikat pinggang pria dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk pilihan gaya kasual, Zalora Indonesia juga punya banyak pilihan. Ditunggu ya OOTD saya dengan ikat pinggang barunya!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.