IKAT Indonesia, Surya, dan Starbucks: Think Global, Act Local

Didiet Maulana - IKAT Indonesia. Persiapan dalam fashion show bertajuk 'Surya'.


Didiet Maulana kian menancapkan kukunya pada skena fashion Indonesia. Dengan branding yang sedemikian kuat, Didiet Maulana memberikan kejutan manis untuk kita, para pencinta fashion dengan sentuhan karya seni lokal.

Tidak melulu mengenai siluet, Didiet Maulana juga memberikan pesan empowerment pada setiap garis desainnya yang bertajuk IKAT Indonesia. Yang membuat karyanya menjadi kaya bukanlah kristal dan payet, melainkan perspektif dan rasa. Melalui lini fashion besutannya, Didiet Maulana berikan pencerahan bagi masa depan para penenun di Timur Indonesia.

Kendati tidak secara spesifik membicarakan Didiet Maulana dan IKAT Indonesia, gerakan empowerment untuk mendukung pengrajin tekstil lokal sangat penting, dan kabar baiknya, banyak inisiatif terkait hal ini. Tulisan tersebut bisa dibaca di sini.


Berkontribusi pada negeri sendiri memang tidak selalu lewat jalur diplomasi politik. Dunia fashion mulai dilirik menjadi jalur promosi negeri ke khalayak yang lebih luas, melintasi batas teritori.  Berbagai aksi kolaborasi digalakkan bukan hanya untuk promosi dan sesuap nasi, tapi menjadi bentuk bukti bakti untuk negeri.

Liburan Musim Panas dengan IKAT 'Surya'

Baru-baru ini, Didiet Maulana mengeluarkan koleksi musim panas terbarunya. Konsisten dengan promosi kain tradisional Indonesia, kali ini IKAT memadukan tenun lurik dan tenun ikat dalam setiap setelannya.



Potongan busana yang dihadirkan untuk musim panas ini mengikuti tren yang sedang berkembang di kalangan millennial. Jaket, kemeja, bralette, wide pants, dan celana pendek hadir menyemarakkan koleksi yang dipertunjukkan pada 8 Mei 2018 lalu.

Yang menarik perhatian saya dalam koleksi dalam tajuk 'Surya' ini adalah beberapa item busana renang. Busana renang hadir sebagai jukstaposisi siluet mayoritas yang longgar yang kini kian digandrungi anak muda.





Sebagai representasi desainer muda, Didiet Maulana cukup paham dengan keberagaman. Mengutip wawancaranya dengan CNN Indonesia, ia ingin membuat koleksi yang dapat dipakai oleh semua kalangan, tidak terbatas pada warna kulit, tinggi, serta bentuk badan.






Masih menerapkan konsep see now buy now, Didiet kembali memasarkan produknya pada e-commerce ternama. Koleksi mentari 2018 IKAT dengan tema 'Surya' dapat didapatkan di JD.ID atau klik di sini.

 

Kolaborasi dengan Merk Internasional: Konsisten Mengejawantahkan Adagium Think Global, Act Local





Dari sekian banyak desainer dengan material desain tenun dan batik, Didiet Maulana melalui IKAT Indonesia menjadi salah satu yang terdepan. Ia memiliki karya yang mudah diterima para pencinta fashion mainstream, namun berhasil juga menggaet pasar sidestream dengan perspektifnya yang kuat. Menurut saya, hal tersebut menjadi paduan yang baik dalam memulai lini fashion.

Bulan Mei ini, Didiet Maulana menyajikan kebaruan yang lain. Bersama dengan gerai kopi internasional Starbucks, dia meluncurkan seperangkat koleksi merchandise yang terdiri dari tumbler, tote bag, pouch, dan boneka dengan sentuhan motif tenun ikat.

A post shared by Didiet Maulana (@didietmaulana) on



Saya sangat senang dan mengapresiasi kolaborasi semacam ini, karena menawarkan simbiosis mutualisme bagi kedua belah pihak, yakni Starbucks dan IKAT Indonesia. Starbucks dengan citranya yang urban dan modern mencoba melokalisasi merknya yang saya rasa akan sangat membantu meningkatkan persepsi merk yang positif di mata masyarakat Indonesia.

Strategi serupa pernah dilakukan oleh Uber di seluruh negara di mana mereka beroperasi. Uber mencoba melakukan lokalisasi melalui logo dan sentuhan unsut lokal pada tampilan antar mukanya. Selengkapnya tentang Uber bisa dilihat di sini.

Tertulis bahwa Uber membuat 70 motif unik untuk setiap negara di mana mereka beroperasi. Motif tersebut termasuk warna dan desain kustom saat perayaan tertentu di negara tersebut serta kampanye pemasaran yang sedang dilakukan.

More than 70 unique patterns were created­—one for each of the countries we serve. Unique patterns are used to add flavor and flexibility. Like colors, they can speak to specific locations, holidays, partnerships, or global themes.

Di lain sisi, kolaborator lainnya juga dapat meraih perhatian lebih banyak orang. Volume order dan visit Starbucks yang sangat tinggi setiap harinya tentu akan meningkatkan brand exposure bagi IKAT Indonesia. Seperti yang kita tahu, merchandise Starbucks kini menjadi barang yang collectible dengan pembaruan desain setiap musimnya. Taktik yang baik untuk memperkenalkan merk kepada mereka yang mungkin belum akrab dengan IKAT Indonesia.

Simbiosis mutualisme tidak berhenti pada exposure di depan publik saja, lebih dari itu, persepsi merk yang positif dan relevan bagi publik. Keduanya mengukuhkan predikat sebagai bagian dari gaya hidup lintas kelas masa kini. Namun demikian, persepsi publik terhadap kedua merk ini perlu ditelaah lebih jauh melalui data.

Perhitungan Matang pada Lokalisasi Merk

Lokalisasi merk menjadi strategi adaptasi merk yang tidak hanya berguna bagi produk baru, tetapi juga bagi mereka yang ingin produknya terus menjadi pilihan masyarakat. Dari segi desain experience, konsumen akan merasa lebih akrab dengan merk tertentu yang menawarkan perspektif yang sama dengan mereka. Dari sini, kumpulan konsumen dan calon konsumen akan memberikan perhatian lebih pada merk tersebut.

Lalu apa saja yang dapat dikustomisasi? Tentu tidak terbatas. Para pemilik usaha dapat memberikan sentuhan lokal pada setiap media yang dimiliki, misalnya, website, kata-kata dalam materi iklan, konteks iklan audio visual, hingga cara customer service berinteraksi. Perhitungan untuk lokalisasi brand pada materi dan platform tersebut dapat dimulai dari karakteristik kultur di mana sebuah usaha beroperasi, yang akan melibatkan preferensi masing-masing pasar, nilai-nilai yang berlaku, hingga spektrum gender yang dominan. (Sumber)

_________

Seluruh foto koleksi IKAT Indonesia koleksi mentari 2018 'Surya' eksklusif diabadikan oleh Andra Ramadhan. Simak portfolio selengkapnya dari Andra di @andrarmd.




Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.