Buang Sampah Sembarangan? Backwardness!

21.13
Minggu, 10 Februari 2013.

Halo! Sudah lama tidak post apapun di akun blog ini, ya. Padahal, saya masih dalam masa liburan. Entah kenapa, sedikit jauh dengan laptop membuat saya malas menulis lagi. Tulisan ini adalah tulisan pertama di tahun 2013. Sedih, ya. Baru bisa posting tulisan pertama di awal tahun saat bulam Februari.

Pada awalnya saya tidak punya ide apapun untuk menjadi bahan tulisan saya hari ini. Tapi pasca menonton sebuah tayangan iklan di DAAI TV, saya memutuskan untuk sedikit berceloteh tentang lingkungan. Tenang saja, tulisan saya kali ini tidak akan membahas tentang hal-hal rumit yang berkaitan dengan lingkungan, melainkan hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk merawat lingkungan dan menyelamatkan bumi (oh, saya rasa ini terlalu muluk. Setidaknya, tercipta –kembali- lingkungan sekitar yang asri dan ramah untuk manusia).

Belum lama ini, Jakarta mendapat musibah banjir besar yang membuat hidup beberapa orang berhenti dari ritme kesehariannya. Rumah dan tanah menyatu sehingga mereka harus pindah ke pengungsian yang disediakan oleh relawan dan pemerintah. Terlepas dari fakta bahwa Jakarta adalah dataran yang sangat rendah, saya berpikir ini adalah salah satu bentuk kemarahan bumi karena tubuhnya diperlakukan sewenang-wenang, diperkosa beramai-ramai oleh manusia. Tempat sampah yang disediakan dalam jumlah kecil di seluruh Jakarta dan sekitarnya membuat orang memilih untuk membuang sampah di tempat-tempat yang tidak wajar; jalan, trotoar, dalam bus, angkot, bawah pohon, dan lain-lain. Ketakutan manusia untuk menyimpan sampah mereka dan membuangnya di rumah jadi alasannya. Juga ditambah dengan banyaknya pengguna kendaraan roda empat yang sering dengan enaknya membuang sampah mereka melalui kaca mobilnya :-(




Saya merasa beruntung diberi kesempatan untuk menjadi salah seorang yang sadar akan hal ini. Saya mencoba untuk membuang sampah di tempat sampah. Atau jika tidak ada tempat sampah di sekitar saya, saya menyimpan sampah tersebut di dalam tas untuk dibuang nanti di rumah. Hal sederhana yang saya lakukan ini bukan tanpa cemoohan dan celaan. Tidak sedikit yang berkomentar ‘lo sok banget sih’ atau ‘udahlah biarin aja nanti dibersihin sama mbaknya aja’. Hehehe sedih ya. Tapi untuk hal ini, saya berusaha untuk bermuka tembok. Saya tidak ingin berkontribusi menjadikan Jakarta dan sekitarnya mendapat banjir yang lebih parah dari yang pernah terjadi. Banyak sekali orang yang sudah memulai hal ini, dan orang yang sudah memulai hal-hal yang lebih besar dari membuang sampah pada tempatnya, misalnya daur ulang sampah. Saya belum bisa melakukan hal-hal tersebut, tapi mungkin suatu saat nanti.


Bagaimana dengan kalian? Jangan lupa buang sampah pada tempatnya ya. Masih mau hidup di lingkungan yang bersih dan nyaman kan? 


(pics: google)

2 komentar:

  1. Nice reminder Justy! I keep plastic wrappers in my pocket until I find a trash can, am I a good citizen? :p

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.