AH.

09.33
Saya hidup dalam drama. Kalian boleh menekan tombol close saat ini juga jika tidak mau membaca drama.

Pernah, merasa hidup kalian sangat melelahkan?

Saya alami itu saat ini.

Saya tidak punya contoh. Saya seperti sakit, sakit sendiri.

Saya tidak punya inspirasi.

Ayah dan Ibu saya belum (atau tidak) berhasil memberikan saya inspirasi untuk menjadi sukses. Saya seperti, tersasar. Oh, ini dia. Tersesat.

Ayah dan ibu saya gagal menciptakan saya. Atau, saya yang menggagalkan ciptaan mereka. Mereka tidak menumbuh kanrasa optimis barang secuil dalam pikiran saya. Hahaha.

Saya iri. Iri kepada mereka yang punya potret masa lalu yang bahagia, saat mereka belum belajar untuk menciptakan kebahagiaan. Hahaha. Saya sedang pesimis.
Saya benci lahir dari keluarga ini. Saya benci lahir dalam keluarga tanpa inspirasi. Saya ingin berteriak dan tertawa hingga air liur saya berhamburan ke wajah-wajah brengsek yang selalu dengan sok tahu bilang ‘harusnya elo yang bikin perubahan dalam keluarga lo’. HAHAHA. Silakan, jika dia mau. Tukar posisi dirinya jadi diri saya.

Saya ingin berteriak dalam kebencian, bahwa saya ingin pergi jauh dan tidak lagi dikenal, kemudian bilang ke seluruh dunia bahwa saya dilahirkan oleh malaikat. Tapia pa mungkin? Saya sudah cukup gila untuk menjadi ciptaan yang gagal.
Saya ingin mengutuk diri saya sendiri, karena saya tidak punya bakat apapun yang bisa dibanggakan. Kenapa saya tidak lahir di keluarga kaya raya yang bisa memberikan saya fasilitas kursus ini itu yang sekarang sangat saya inginkan? Kenapa saya tidak lahir di keluarga miskin tapi hangat dan bahagia dan kemudian menjadi semangat pribadi untuk sukses? Saya capek.

Jadi seperti ini bukan yang saya inginkan. Saya ingin bakar semua buku-buku saya, kemudian diri saya sendiri. Supaya semua tau bahwa saya capek. Saya lelah. Oh iya, saya belum tau apa itu hidup dan bagaimana hidup seharusnya dijalankan. Tapi saya cukup tau bagaimana rasanya hidup dijauhi orang-orang sekitar karena berbeda, rasanya menjadi pemalas no.1 di dunia, rasanya menjadi manusia paling tidak pintar dan cerdas se-jagat raya. Hahaha.

Saya ingin sukses, tapi belum punya jalan. Saya ingin bergaul dengan banyak orang, tapi banyak yang terlalu jijik bahkan untuk sekedar melihat keberadaan saya. Saya ingin menjadi pintar, tapi baying-bayang tentang misteri masa depan yang ada di pikiran saya.

Ingin berteriak sampai berkeringat. Ingin berlari sampai menangis. Ingin diam sampai seluruh tubuh saya berdarah dengan sendirinya.

Sudah saya bilang, kalian bisa menekan tombol close apabila tidak ingin membaca drama. Saya tidak menanggung jika anda menjadi salah satu orang yang jijik dengan keberadaan saya. Well, saya tidak takut dengan perilaku mereka, saya tidak takut untuk menjadi sendiri. Tapi saya butuh semangat. Saya lelah dan kehilangan semangat optimism. Saya sedang jatuh. Belum tau bisa bangun lagi atau tidak. Ah, hahahahahaha.

Jangan seperti saya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.