another year : 2012 :)

31 Desember 2011, 22:47.

It's been a tough, really tough year.

2011 dengan cakarnya sukses membuat semangat, tawa, tangis, haru dan perjuangan campur aduk seperti spektrum mejikuhibiniu. Nafas tersengal dan kepala ingin menempel di atas bantal. Quiet tiring.
Dua fase dalam dua ribu sebelas saya sambangi. Fase abu-abu bagian tanduk berakhir dan berhasil saya tinggalkan.Semoga, hasilnya tetap memuaskan saat saya kembali menengok lembar angka-pencapaian-hasil-hidup-dan-mati saya (Serius, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, tidak tidur demi mengerjakan simulasi soal Ujian Nasional. Weird, eh?).

Fase berikutnya adalah fase yang lebih abstrak, sebagai embrio pembentukan kedewasaan. Semua hal baru saya temui di sini. Sistem, pribadi, fisik, lembar akademis baru. Pola pikir dan sudut pandang juga lebih luas dan hilang sudut-sudutnya.

I praise the universe for those major blessings, and it was on 2011.

Ini New year's eve, dan saya tidak kemanapun pusat keramaian yang dituju orang banyak malam ini. Memilih hidup bersama saya, dan pribadi lain di dalam diri saya dalam ruang-tiga-kali-empat-meter ini. Tidak untuk sok memikirkan resolusi apa yang akan dicapai atau berkontemplasi tentang apa yang tak tercapai di tiga ratus enam puluh lima hari ke belakang.

Saya hanya menyimak ini-itu di televisi, menjajakan diri di media sosial, dan ber-guilty pleasure penuh dosa dengan makan makanan manis dan berlemak. Hei ini malam tahun baru, kan?

Saya memutuskan untuk tidak membuat resolusi maksimal yang (kadang) saya sendiri tidak mengerti bagaimana menapaki langkah pertama untuk mencapainya. Saya menyadari bahwa saya kurang bersyukur dan BELUM menemukan passion saya.

Di tahun 2012 yang tinggal beberapa jam lagi, saya ingin membangun passion saya untuk bertahan hidup (terima kasih banyak untuk Rene Suhardono. Bukunya 'The Journey to be The Ultimate U', dan Melanie Subono lewat bukunya 'Catatan Segelas Kopi' yang menyadarkan saya tentang hal ini).

... (Crap! Hilang akal di tengah sesi menulis seperti orang gila yang berpura-pura gila)

Well, sebelum semakin kesana-kesini, langsung ke kalimat final, ya.

Saya yakin dengan passion (yang mudah-mudahan bersua di tahun depan), saya melahirkan saya yang lebih dewasa, yang di masa depan akan membawa saya menjadi pribadi yang menikmati hidup, pribadi yang bahagia dalam mencari hidup di abu-abu, mencari saya yang satu, mencari saya-saya yang masih saling tidak kenal.

Ditambah dengan syukur yang akan menjadi orgasme spiritual relatif, yang sensasinya tak (akan pernah) sama setiap pikiran dan rasa.

Gimana nih kalian? Sudah punya rencana apa yang akan dibangun? No worries to shine ya :)

Komentar

Postingan Populer