Sekadar tulisan : ’MENUNGGU’ ‘PILIHAN’ ‘MENYESAL’

01.01
Bisa dibilang, tulisan yang (sedikit) hiperbolis ini hanya sisipan tulisan ringan yang akan anda baca hanya pada waktu senggang. Membicarakan tentang dimensi dua bidang yang berbeda, galaksi serta rasi bintang yang berlapis, dan kebesaran hujan sebagai dewa masa lalu.


Menunggu – Dimensi dua bidang yang berbeda,jauh,out of reach.


Benci pada kata kerja ini? Masihkah? Saya kembali membongkar sebuah koleksi dvd saya pada rabu dini hari. Saya menemukan sebuah film yang membuat semua orang menangis akan kisahnya, ‘Hachiko’. Saya masih sedikit menangis saat menyaksikan karya seni indah nan menggugah ini. Tertangkap satu makna yang pasti tersurat dalam sinema ini, menunggu, kesetiaan. Satu kalimat dalam film ini yang membuat saya menangis adalah kalimat ‘You don’t have to wait anymore. He’s not coming back’. Mengartikan bahwa penantiannya sia-sia.


Pilihan – Galaksi serta rasi bintang yang berlapis, terlalu banyak.


Akrab dengan kata benda ini? Apa makna di pikiran anda? Saya refleksikan hidup saya sepanjang pertengahan tahun 2011 ini. Apa yang saya temukan? Menunggu. Menunggu tiket masa depan , menunggu pintu menuju masa depan, dan menunggu seseorang yang tiba-tiba terbang ke galaksi yang berbeda dari tempat planet saya berpijak. Mengapa saya memilih untuk menunggu? Karena menunggu adalah pilihan. Mengapa saya tidak memilih untuk tidak menunggu? Karena saya tidak ingin memilih itu. Tetap, itu juga sebuah pilihan. Terserah anda memilih yang mana. Bahkan, untuk tidak memilih adalah sebuah pilihan, bukan?


Menyesal – Kebesara hujan sebagai dewa masa lalu,mesin waktu.


Bisakah anda sejenak mendengarkan sebait lagu seorang Christina Aguilera yang berjudul ‘Hurt’. Sebuah bait yang melantunkan sebuah kalimat dan nada penyesalan yang dalam ‘There’s nothing I would do, to hear your voice again, sometimes I wanna call you, but I know you won’t be there’ (correct me if I’m wrong). Dalam konteks pilihan dan menunggu, ini sebuah konsekuensi dari pilihan yang kita (ya,kita. Saya dan anda) pilih. Apakah anda akan menunggu apa yang harus anda tunggu, atau pergi dan menyesal? Sebenarnya, belum tentu berakhir dengan penyesalan. Kadang pilihan yang benar bukan berada pada pilihan yang terbaik, kan? Tapi bukankah Tuhan melatih kita menunggu? Menunggu hari-Nya tiba, menunggu pintu surga-Nya terbuka, bahkan menunggu apa yang kita butuhkan tercapai. Ya, bisa anda tafsirkan sendiri. Menyesal atau tidak juga pilihan, pilihan dari pilihan. Pilihan dimana kita harus memilih yang harus dipilih. Yang akhirnya, menyesal, atau tidak ujungnya…

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.